Ini Dia Terapi Oksigen dan Jenisnya Yang Perlu Kamu Tahu!

Terapi Oksigen

Sumber : Alodokter

Terapi oksigen merupakan salah satu bentuk perawatan medis yang penting dalam penanganan beberapa kondisi medis. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi apa yang dimaksud dengan terapi oksigen, jenis-jenisnya, manfaatnya, kapan terapi oksigen dibutuhkan, efek samping yang mungkin terjadi, serta kiat sukses dalam menjalani terapi oksigen.

Apa itu terapi oksigen?

Terapi oksigen adalah suatu metode medis yang melibatkan pemberian oksigen tambahan kepada pasien untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah. Tujuan utama terapi ini adalah memastikan pasokan oksigen yang memadai ke jaringan dan organ tubuh yang membutuhkannya. Oksigen merupakan zat yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Kita memerlukan oksigen untuk melakukan fungsi-fungsi vital seperti pernapasan, produksi energi, dan pemeliharaan sel-sel tubuh. Normalnya, kita menghirup udara yang mengandung sekitar 21% oksigen, yang diangkut oleh darah ke seluruh tubuh melalui sistem pernapasan dan peredaran darah. Namun, dalam beberapa kondisi medis, pasokan oksigen alami tubuh mungkin tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pasien. Ini dapat terjadi karena penyakit paru-paru, gangguan jantung, cedera paru-paru, atau kondisi medis lainnya. Dalam situasi seperti itu, terapi oksigen digunakan untuk memberikan oksigen tambahan sehingga dapat mengatasi kekurangan oksigen yang terjadi.

Jenis-Jenis Terapi Oksigen

Macam Jenis Terapi Oksigen

Source : Kavacare

Dalam terapi oksigen, terdapat empat jenis utama yang meliputi terapi gas oksigen, terapi konsentrator oksigen, dan terapi oksigen hiperbarik. Mari kita bahas masing-masing jenis terapi oksigen tersebut:

  1. Terapi Gas Oksigen

Terapi gas oksigen adalah bentuk terapi oksigen yang paling umum digunakan. Dalam terapi ini, oksigen murni atau campuran oksigen dengan gas lainnya diberikan kepada pasien melalui perangkat seperti kanula nasal, masker oksigen, atau selang oksigen. Oksigen yang disalurkan melalui perangkat tersebut dapat diatur sesuai dengan kebutuhan pasien, seperti aliran liter per menit (LPM). Terapi gas oksigen sering digunakan dalam perawatan rumah sakit, perawatan di rumah, atau dalam keadaan darurat medis.

  1. Terapi Konsentrator Oksigen

Adalah bentuk terapi oksigen yang menggunakan perangkat bernama konsentrator oksigen. Konsentrator oksigen adalah mesin yang mengambil udara dari sekitar, menghilangkan gas-gas lain, dan menghasilkan oksigen murni untuk pasien. Keuntungan dari terapi konsentrator oksigen adalah pasien tidak perlu mengandalkan tabung oksigen yang harus diisi ulang secara berkala. Konsentrator oksigen menyediakan pasokan oksigen yang berkelanjutan dan dapat diatur sesuai kebutuhan pasien.

Baca Juga : Perbedaan Nitrogen Cair dan Gas

  1. Terapi Oksigen Hiperbarik (TOH)

Melibatkan paparan pasien terhadap tekanan atmosfer yang lebih tinggi daripada tekanan atmosfer normal. Dalam terapi ini, pasien ditempatkan dalam ruangan tekanan khusus yang disebut kamar hiperbarik. Kamar hiperbarik menciptakan lingkungan dimana pasien dapat bernapas oksigen murni dengan tekanan yang ditingkatkan. Terapi oksigen hiperbarik digunakan dalam kondisi seperti luka bakar parah, dekompresi penyakit (pada penyelam), gangguan jaringan, dan infeksi yang sulit sembuh. Terapi ini membantu meningkatkan suplai oksigen ke jaringan tubuh yang rusak sehingga proses pemulihan lebih cepat.

  1. Terapi Oksigen Cair

Terapi oksigen cair adalah bentuk terapi oksigen yang melibatkan penggunaan oksigen dalam bentuk cairan. Namun, terapi oksigen cair tidak umum digunakan dan memiliki keterbatasan dalam praktik medis saat ini. Penggunaan oksigen cair sebagai terapi oksigen membutuhkan peralatan dan prosedur yang kompleks, serta harus dilakukan dengan hati-hati oleh tenaga medis yang terlatih.

Macam-Macam Terapi Oksigen

Source : Ruparupa

 

Baca Juga : Beda Oksigen Medis dan Industri

Manfaat dari Terapi Oksigen

Terapi oksigen memiliki manfaat yang signifikan dalam penanganan beberapa kondisi medis. Beberapa manfaat utama dari terapi oksigen meliputi:

  1. Meningkatkan kadar oksigen dalam darah: Terapi oksigen membantu meningkatkan kadar oksigen dalam darah, memastikan pasokan oksigen yang cukup ke organ dan jaringan tubuh.
  2. Meringankan kesulitan bernapas: Terapi oksigen dapat membantu pasien yang mengalami kesulitan bernapas akibat penyakit paru-paru, gagal jantung, atau kondisi medis lainnya.
  3. Meningkatkan toleransi terhadap aktivitas fisik: Dengan meningkatkan kadar oksigen dalam darah, terapi oksigen dapat membantu pasien untuk lebih aktif secara fisik dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
  4. Membantu pemulihan setelah operasi: Terapi oksigen sering diberikan kepada pasien setelah operasi untuk mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan.

Kapan Terapi Oksigen Dibutuhkan?

Terapi oksigen biasanya direkomendasikan dalam kondisi-kondisi berikut:

  1. Penyakit paru-paru seperti pneumonia, asma, atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  2. Gangguan pernapasan yang disebabkan oleh penyakit jantung, seperti gagal jantung.
  3. Kondisi medis kadar oksigen rendah dalam darah.
  4. Pasca operasi untuk membantu pemulihan.

Penggunaan terapi oksigen harus diawasi oleh tenaga medis yang terlatih dan sesuai dengan rekomendasi dokter.

Efek Samping Terapi Oksigen

Meskipun terapi oksigen umumnya aman dan bermanfaat, terdapat beberapa efek samping yang mungkin terjadi seperti:

  1. Iritasi pada hidung, nyeri, hingga bersin-bersin akibat penggunaan alat bantu pernapasan yang oksigennya mengalir dengan kecepatan tinggi.
  2. Pembuluh darah menyempit dikarenakan kadar oksigen yang terlalu tinggi di dalam darah.
  3. Pembuluh darah yang menyempit juga dapat mengakibatkan pembuluh darah otak menyempit sehingga oksigen yang sampai ke otak hanya sedikit. Jadi, oksigen menumpuk dalam darah dan tidak dapat masuk sepenuhnya ke otak walaupun suplai oksigen melimpah.
  4. Ada kemungkinan mata buram selama 6 hingga 8 minggu setelah terapi oksigen dengan tingkat konsentrasi tinggi. Tingginya dosis oksigen menyebabkan pembuluh darah mata menyempit sehingga darah yang masuk ke mata semakin sedikit.
  5. Tekanan dalam paru makin tinggi saat seseorang mendadak menghirup oksigen dalam kecepatan tinggi. Karena paru-paru tidak dapat mengembang dengan baik, akibatnya paru-paru bisa pecah. Pasien yang mengalami kondisi ini akan merasa sesak yang disertai batuk dan nyeri dada.

Kiat Sukses Terapi Oksigen

Agar terapi oksigen berjalan dengan sukses, berikut adalah beberapa kiat yang dapat diikuti :

  1. Gunakan alat bantu pernapasan sesuai dengan instruksi dokter atau tenaga medis yang berwenang.
  2. Pastikan tabung oksigen selalu terisi penuh dan siap digunakan.
  3. Jaga kebersihan peralatan oksigen secara rutin, termasuk membersihkan selang dan masker secara teratur.
  4. Jangan merokok atau berada di dekat sumber api saat menggunakan terapi oksigen.
  5. Patuhi jadwal dan dosis terapi oksigen yang direkomendasikan oleh dokter.

Anda membutuhkan suplai untuk kebutuhan Terapi Oksigen? Erka Jaya Gas siap melayani kebutuhan Anda. Kami merupakan produsen dan distributor berbagai macam produk gas untuk segala kebutuhan Anda. Mulai dari gas oksigen, argon, karbon dioksida, nitrogen, helium, acetylene, dan nitrogen dioksida dalam bentuk kemasan tabung baja silinder untuk kebutuhan medis dan industri. Percayakan kebutuhan produk gas Anda bersama CV. Erka Jaya Gas