Tabung Oksigen: Sejarah dan Kegunaannya

Source: Dokumen Pribadi

Kata oksigen pasti sudah tidak asing lagi didengar karena sehari-hari manusia membutuhkan oksigen untuk bernapas. Namun, beberapa orang dengan gangguan pernapasan tidak bisa mendapatkan oksigen secara alami dengan cukup. Tidak hanya itu, ketika sedang mengalami sakit tertentu dan suplai oksigen dalam tubuh berkurang, seseorang juga bisa kesulitan mendapat oksigen yang cukup. Agar mendapat oksigen yang cukup, dibutuhkan oksigen tambahan dalam bentuk tabung oksigen medis. Sebelum membahas lebih jauh mengenai tabung oksigen, mari kita mengenal oksigen lebih dalam.

Oksigen dan Sejarahnya

Oksigen adalah senyawa gas tidak berwarna dan tidak berbau yang membentuk sekitar 21% volume atmosfer bumi, serta sangat penting bagi kehidupan. Oksigen dalam dunia medis digunakan untuk merawat pasien dengan masalah pernapasan, seperti yang mengalami gangguan pernapasan akut.

Carl Wilhelm Scheele | Biography, Discoveries, & Facts | Britannica

Gambar. 1 : Carl Wilhelm Scheele, Penemu Oksigen.
Source: https://www.britannica.com/biography/Carl-Wilhelm-Scheele

Pada tahun 1772, ahli kimia Swedia Carl Wilhelm Scheele menghasilkan oksigen dengan memanaskan berbagai senyawa, tetapi tidak mengenalinya sebagai unsur yang berbeda. Tahun berikutnya, ahli kimia Inggris Joseph Priestley menemukan oksigen saat melakukan percobaan tentang sifat-sifat udara. Dia menyebutnya sebagai “dephlogisticated air”, karena dia percaya oksigen adalah komponen udara yang telah kehilangan “phlogiston” -nya, sebuah zat hipotesis yang diyakini dilepaskan ketika sesuatu benda atau objek terbakar.

Pada tahun 1775, kimiawan Perancis Antoine Lavoisier juga menemukan oksigen dan mengenalinya sebagai sebuah unsur. Dia menamakannya “oksigen”, dari kata Yunani “oxys” (asam) dan “gennan” (untuk membentuk atau menghasilkan), karena dia percaya oksigen diperlukan untuk pembentukan asam. Lavoisier melakukan eksperimen yang mendemonstrasikan bahwa oksigen terlibat dalam proses pembakaran dan respirasi, dan dia sering disebut sebagai “Bapak Kimia Modern” atas kontribusinya di bidang tersebut.

Baca Juga : Perbedaan Oksigen Medis dan Industri

Tabung Oksigen dan Kegunaannya

Source: Erka Jaya Gas

Tabung oksigen adalah wadah portable yang menampung oksigen terkompresi atau cair. Tabung ini umumnya digunakan dalam pengaturan medis, layanan darurat, dan berbagai aplikasi industri yang membutuhkan oksigen.

Dalam dunia medis, tabung oksigen digunakan untuk memberikan oksigen tambahan kepada pasien yang membutuhkan terapi oksigen dan sering digunakan dalam situasi darurat dimana pasien mengalami gangguan pernapasan parah, seperti serangan jantung, stroke, atau serangan asma. Selain itu, tabung oksigen juga dapat digunakan untuk pasien dengan kondisi pernapasan kronis, seperti penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) dan emfisema.

Tabung oksigen juga digunakan dalam berbagai aplikasi industri, seperti pengelasan, pemotongan logam, dan produksi bahan kimia. Dalam aplikasi ini, oksigen digunakan sebagai bahan bakar untuk pembakaran, yang menghasilkan panas tinggi dan memungkinkan pemotongan dan pengelasan logam yang efisien. Tabung oksigen juga digunakan dalam produksi baja, di mana oksigen digunakan untuk menghilangkan kotoran dari logam.

Secara keseluruhan, tabung oksigen berperan penting dalam menyediakan pasokan oksigen yang stabil kepada pasien dan dalam berbagai aplikasi industri. Penting untuk menangani tabung oksigen dengan hati-hati, karena bertekanan tinggi dan bisa berbahaya jika tidak digunakan dengan benar.

Baca Juga : Beda Nitrogen Cair dan Gas

Cara Penggunaan Tabung Oksigen

Cara Pakai Tabung Oksigen Saat Isolasi Mandiri di Rumah

Source: https://www.idxchannel.com/milenomic/begini-cara-pakai-tabung-oksigen-saat-isolasi-mandiri-di-rumah

Penggunaan tabung oksigen harus selalu di bawah pengawasan profesional medis, yang akan memberikan petunjuk tentang cara menggunakan peralatan dengan benar. Namun, berikut adalah beberapa pedoman umum untuk menggunakan tabung oksigen:

  1. Sebelum menggunakan tabung, pastikan katup tertutup dan regulator terpasang dengan aman. Periksa apakah tabung diberi label dengan benar dengan jenis gas yang dikandungnya dan memiliki kualitas kemurnian yang baik. Selain itu, periksa juga persediaan oksigen dalam tabung
  2. Posisikan tabung harus di lokasi yang stabil, jauh dari sumber panas, api terbuka, atau sumber pengapian lainnya.
  3. Pasang alat pengiriman oksigen, seperti kateter hidung (kanula), ke katup pengatur. Pastikan perangkat selang tidak tertekuk agar aliran oksigen tidak tersumbat. Kateter hidung harus diganti 2-4 minggu sekali untuk menghindari resiko infeksi
  4.  Setelah siap digunakan, tabung oksigen dapat diatur aliran oksigennya sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan pasien. Kecepatan ini harus sesuai dengan yang ditentukan oleh dokter atau penyedia layanan terapi oksigen. Hindari mengubah laju aliran saat proses pengaliran oksigen. Pengubahan laju aliran oksigen harus dengan konsultasi pada dokter yang bersangkutan
  5. Pasang kateter atau kanula di lubang hidung dan pasien dapat bernapas kembali seperti biasa

Penting untuk tidak merokok atau menggunakan segala jenis api terbuka di sekitar tabung oksigen, karena oksigen adalah gas yang sangat mudah terbakar. Selain itu, pastikan untuk mengikuti semua pedoman keselamatan yang diberikan oleh profesional medis atau produsen untuk memastikan penggunaan tabung oksigen yang aman dan efektif.

Anda membutuhkan supply tabung oksigen untuk kebutuhan medis?

Source: Dokumen Pribadi

Erka Jaya Gas siap melayani kebutuhan Anda.  Mulai dari gas oksigen, argon, karbon dioksida, nitrogen, helium, acetylene, dan nitrogen dioksida dalam bentuk kemasan tabung baja silinder untuk kebutuhan medis dan industri. Percayakan kebutuhan produk gas Anda bersama CV. Erka Jaya Gas.