Pengelasan Welding dan Jenis Gas Yang Digunakan

Dalam dunia pembangunan infrastruktur, tentu kita memerlukan teknologi yang dapat menghubungkan material dengan kuat dan presisi. Salah satu teknologi yang mencuat dalam hal ini adalah pengelasan atau welding. Pengelasan memungkinkan kita untuk menggabungkan material dengan akurasi dan kekuatan luar biasa. Proses pengelasan melibatkan memanaskan material hingga titik leleh untuk menyatukannya, kemudian mendinginkannya menjadi satu kesatuan solid. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beragam teknik pengelasan, jenis gas pelindung, serta cara kerja dari pengelasan / welding. Yuk simak sampai habis!

Apa itu Pengelasan / Welding?

Sebelum kita lanjut ke topik selanjutnya, penting untuk memahami apa itu welding. Dalam bidang infrastruktur, batasan bentuk geometri sering menjadi masalah. Namun, welding adalah solusi yang cocok untuk mengatasi hal ini dengan mudah.

Pengelasan, juga dikenal sebagai welding, merupakan proses teknik yang digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih bahan logam dengan memanaskan mereka hingga mencapai titik leleh atau hampir titik leleh, dan kemudian membiarkan mereka mendingin untuk membentuk sebuah sambungan permanen. Tujuan utama dari pengelasan adalah untuk menciptakan ikatan yang kuat dan kokoh antara material-material tersebut, sehingga membentuk struktur tunggal yang memiliki kekuatan mekanis yang diperlukan. Proses ini melibatkan penggunaan panas tinggi, dan dalam beberapa kasus, aditif logam (pengisi) juga dapat digunakan untuk mengisi celah antara bahan-bahan yang akan disambungkan. Teknologi pengelasan memiliki berbagai jenis metode, termasuk pengelasan busur listrik, pengelasan gas, pengelasan titik, dan banyak lainnya, yang masing-masing memiliki aplikasi khusus tergantung pada jenis material, tipe sambungan, dan kebutuhan khusus proyek.

Baca Juga : Cari Tau Tentang Dissolved Oksigen

Jenis-jenis Pengelasan / Welding

Terdapat 5 jenis pengelasan / welding, diantaranya adalah:

Jenis Welding

Source : Gis Edu

  1. Shielded Metal Arc Welding (SMAW)

Pengelasan dengan elektroda terlindung atau SMAW adalah cara menyambung bahan logam. Ini melibatkan percikan listrik yang sangat panas (busur) untuk melelehkan logam. Ada dua jenis arus listrik yang bisa digunakan: bolak-balik (AC) atau searah (DC). Arus ini bisa diatur positif atau negatif tergantung pada kebutuhan. Kita menggunakan elektroda berlapis untuk pengelasan, dan kode pada lapisan luar elektroda memberi tahu kekuatan tarik las. Dalam pengelasan ini, kita menggunakan mesin las yang bisa menghasilkan arus kuat dengan tegangan tertentu. Teknik ini populer di industri karena bisa membuat sambungan logam yang kuat dan tangguh.

  1. Gas Metal Arc Welding ( GMAW )

Gas Metal Arc Welding

Source : Technoweld

Gas Metal Arc Welding (GMAW) adalah cara menggabungkan logam dengan menggunakan panas dari busur listrik di antara kawat logam dan bahan yang akan disambung. Dalam proses ini, kita gunakan gas pelindung (seperti argon atau helium) untuk melindungi logam dari udara yang bisa rusakkan sambungan. Dengan memanfaatkan panas busur, logam meleleh dan membentuk sambungan yang kuat. Proses ini menggunakan arus searah (DC) dan membentuk polaritas terbalik.

 

  1. Gas Tungsten Arc Welding (GTAW)

Gas Tungsten Arc Welding

Source : Wikipedia

Gas Tungsten Arc Welding (GTAW), atau “pengelasan busur gas tungsten,” adalah cara menyatukan logam dengan panas dari busur listrik antara elektroda tungsten dan tempat pengelasan. Gas pelindung, seperti argon, melindungi tempat pengelasan dari udara. GTAW menghasilkan sambungan yang kuat dengan bantuan elektroda tungsten yang tidak habis terbakar. GTAW sangat berguna dalam berbagai industri.

4.Submerged Arc Welding ( SAW )

Submerged Arc Welding ( SAW )

Source : Canadian Metal Working

Submerged Arc Welding (SAW) adalah cara menyatukan logam dengan memanaskan dan melelehkan mereka menggunakan busur listrik di antara logam dan elektroda. Proses ini dilakukan di bawah lapisan serbuk pelindung (flux). Tidak perlu tekanan dan bahan tambahan (filler metal) ditambahkan secara otomatis. SAW cocok untuk material tebal dan bisa dilakukan secara semi otomatis atau otomatis dengan mesin.

5.Flux-Cored Arc Welding (FCAW)

Flux-Cored Arc Welding (FCAW)

Source : Fractory

Flux-Cored Arc Welding (FCAW) adalah jenis pengelasan busur listrik yang menggunakan elektroda dengan serbuk pelindung di dalamnya. Proses ini menggabungkan beberapa teknik pengelasan dan menggunakan arus listrik untuk melelehkan logam. Gas pelindung, seperti CO2, dihasilkan dari serbuk pelindung dalam elektroda. FCAW dapat dilakukan dengan atau tanpa gas pelindung ekstra tergantung pada jenis pengelasan dan logam yang digunakan. FCAW memungkinkan pengelasan otomatis dan kontrol yang baik terhadap karakteristik hasil las.

 

Jenis Gas Pelindung untuk Pengelasan / Welding

Setiap jenis teknik pengelasan memiliki gas pelindung yang berbeda-beda. Berikut adalah jenis gas pelindung yang umum digunakan untuk melindungi proses pengelasan yang Anda sebutkan:

1.Shielded Metal Arc Welding (SMAW)

Biasanya tidak menggunakan gas pelindung tambahan karena elektroda yang digunakan sudah memiliki lapisan pelindung yang meleleh dan membentuk lapisan gas pelindung saat proses pengelasan.

2.Gas Metal Arc Welding (GMAW)

Gas pelindung yang umum digunakan adalah argon, helium, atau campuran dari keduanya. Campuran gas argon dan karbon dioksida (CO2) juga sering digunakan.

3. Gas Tungsten Arc Welding (GTAW)

Gas pelindung yang sering digunakan adalah argon atau campuran argon dengan helium.

4. Submerged Arc Welding (SAW)

Proses ini melibatkan penyelaman busur di bawah lapisan serbuk fluks. Gas pelindung biasanya tidak digunakan secara langsung, tetapi fluks yang meleleh membentuk lapisan pelindung.

5.Flux-Cored Arc Welding (FCAW)

Jenis ini dapat menggunakan gas pelindung yang bervariasi tergantung pada jenis inti kawat fluks yang digunakan. Contoh gas pelindung termasuk campuran argon dengan CO2 atau campuran argon dengan oksigen.

Pemilihan jenis gas pelindung tergantung pada material yang dilas, posisi pengelasan, dan persyaratan kualitas hasil akhir.

Cara Kerja Pengelasan / Welding

Pengelasan atau welding adalah proses penyambungan dua atau lebih bahan logam dengan cara melelehkan bahan tersebut pada titik sambungan dan kemudian membiarkannya mendingin, sehingga terbentuklah pengikatan yang kuat antara bahan-bahan tersebut. Proses pengelasan melibatkan beberapa langkah dasar, tergantung pada jenis teknik pengelasan yang digunakan, namun prinsip dasarnya tetap sama. Berikut adalah gambaran umum tentang bagaimana cara kerja pengelasan:

 

  1. Mulai dengan membersihkan bahan yang akan disambung. Anda bisa menggunakan palu untuk menghilangkan kerak dari permukaan yang akan digabungkan. Jika ingin hasil yang lebih baik, gunakanlah sikat baja.
  2. Letakkan bahan-bahan yang akan disatukan di tempat yang telah disiapkan. Tempat dapat berupa meja kerja atau bahkan hanya permukaan datar. Pastikan jarak antara dua bahan disesuaikan, dan jika perlu, gunakan klem.
  3. Tempatkan mesin las di sebelah salah satu bahan yang akan disambungkan. Pasang elektroda pada klip elektroda di mesin las. Sesuaikan sudut kemiringan elektroda sesuai dengan tumpukan bahan yang akan disatukan. Biasanya, klip elektroda memiliki tempat khusus untuk mengatur kemiringan elektroda.
  4. Setelah bahan siap untuk dilas, perlahan-lahan dekatkan ujung elektroda ke permukaan bahan yang akan disambungkan.
  5. Jarak antara ujung elektroda dan bahan yang akan disambungkan memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hasil pengelasan. Jika jarak terlalu jauh, mungkin akan muncul percikan seperti hujan bintik api, yang bisa mengurangi kualitas pengelasan. Namun, jika terlalu dekat, api mungkin tidak akan cukup kuat dan tidak ada ruang yang cukup untuk melelehkan elektroda. Jarak yang optimal biasanya sekitar seperdelapan dari ketebalan elektroda.
  6. Selalu gunakan masker pelindung atau kacamata las, amati dengan cermat titik peleburan elektroda yang menghubungkan kedua bahan yang akan disambungkan. Dengan gerakan perlahan, geser elektroda sepanjang garis pengelasan.
  7. Tanda hasil pengelasan yang baik terlihat dari permukaan hasil pengelasan yang memiliki pola gelombang yang merata dan rapi, menutupi area penyambungan dengan sempurna.
  8. Setelah selesai, bersihkan lapisan kerak yang menutupi hasil pengelasan menggunakan palu. Periksa kembali apakah ada bagian yang belum tergabung dengan baik. Jika ada, lakukan proses pengelasan ulang pada bagian tersebut. Dalam beberapa situasi, jika hasil pengelasan tidak memuaskan, mungkin perlu dilakukan penggerindaan pada hasil pengelasan. Namun, jika masalahnya tidak terlalu serius, pengelasan ulang pada bagian yang belum tergabung dengan baik sudah cukup.

Anda membutuhkan gas untuk keperluan pengelasan atau welding?

Erka Jaya Gas siap melayani kebutuhan Anda. Kami merupakan produsen dan distributor berbagai macam produk gas untuk segala kebutuhan Anda. Mulai dari gas oksigen, argon, karbon dioksida, nitrogen, helium, acetylene, dan nitrogen dioksida dalam bentuk kemasan tabung baja silinder untuk kebutuhan medis dan industri. Percayakan kebutuhan produk gas Anda bersama CV. Erka Jaya Gas.

 

Sumber:

Jenis Welding

10 Langkah-Langkah Umum Proses Welding